Sabtu, 02 Februari 2008
Selasa, 09 Oktober 2007

dAtANG,,DUDuk,,dIEM,,,,DLL
sUkA bgt mENciumi Gadis Dibawa Umur 3 tahUn
tomba,anggo
SeNDiri LebiH BAhAAgiaa,,,,,
Tulalit,,ga NyamBung,,,BodoH,,TOlOl,Otak udNg,gado2 cMPAuran,dll,,,,
Tukang Tidur,,,,,,,,,pantasan Aja Mukanya Hancur
Ga suKa yanG nAMAnyA DIBohoNGI,,DIkHIANaTi,,,diSuruh2
pEnGEN Bgt berDUAAn di bawaH pOhOn,,,ada aIr manCUr,,,Trus,,,diPelUk
hehhh ehehehhe dasaR otaK kOTOR,,,,,
AMbIL DETERgENt tRus CUCci tu oTAk,,,,,,,
Jumat, 05 Oktober 2007
P A R I W I S A T A
Potensi obyek Wisata di Kabupaten Bone antara lain :
a. Wisata budaya
- Rumah Adat Bugis (Bola Somba) di Watampone
- Museum Saoraja Lapawawoi Kr. Sigeri di Watampone
- Makam Raja-Raja Bone di Bukaka Watampone
- Makam Raja-raja di Lalebata Lamuru
b. Wisata Alam Bersejarah
- Goa Mampu di Desa Cabbeng Kecamatan Dua BoccoE
- Goa Janci di Desa Mallari Kecamatan Awangpone
- Tempat Peraduan Arung Palakka dalam Goa di
Kecamatan Awangpone
c. Obyek Wisata Alam
- Tanjung Pallette di Kecamatan Tanete Riattang
Timur
- Desa Gareccing di Kecamatan Tonra
- Pantai Cappa Ujung di Kecamatan SibuluE
- Permandian Bonto Jai di Kecamatan Bontocani
- Permandian AlingE di Kecamatan Ulaweng
- Permandian Lanca di Kecamatan TellusiattingE
- Air Panas Saweng di Kecamatan Ponre
- Bendungan Salomekko di Kecamatan Salomekko
- Taretta Kecamatan Amali
d. Tari Tradisional Khas
Kirab Kerajaan
Dalam sejarah Sulawesi Selatan, Kerajaan Bone
merupakan kerajaan besar, tangguh dan disegani pada
masa lampau. Bukti-bukti kebesarannya terdapat dalam
manuskrip-manuskrip kuno disebut lontara dan ada yang
terhimpun dalam sebuah buku ” Latoa ” berisikan tata
aturan pemerintah dan pranata kehidupan kemasyarakatan
Kerajaan Bone. Selain itu terdapat beberapa
tanda-tanda pusaka kerajaan yang masih terawat dan
tersimpan baik di Rumah Jabatan Bupati Bone (bekas
Saoraja atau Istana Raja Bone), serta benda-benda kuno
lainnya disimpan di Museum Lapawawoi yang juga
merupakan Saoraja (Istana Raja Bone).
Kirab Kerajaan Bone adalah untuk menunjukkan
keberadaan kejayaan Kerajaan Bone masa lalu. Kirab
Kebesaran Kerajaan Bone terdiri dari :
a. Kelompok Laskar : 41 (empat puluh satu) orang
b. Kelompok Adat : 108 (seratus delapan) orang
Kirab Kebesaran Kerajaan Bone didukung oleh 149
orang peserta. Sebenarnya pada Zaman Kerajaan setiap
kelompok pasukan berjumlah 40 orang, dan apabila akan
diperagakan sebagaimana halnya pada zaman Kerajaan
maka, Kirab ini akan didukung sekitar 700 (tujuh
ratus) orang. Apa yang ditampilkan dalam Kirab ini
sudah sesuai dengan tata aturan Kerajaan, hanya
personil setiap kelompok dikurangi.
Pakaian yang dikenakan oleh peserta, juga dengan
ketentuan adat yang berlaku pada zaman Kerajaan.
e. Upacara Adat
Tudang Ade
1. Nama : Upacara Tudang
Ade (duduk secara Adat)
2. Tempat pelaksanaan : 108 (seratus delapan) orang
3. Waktu pelaksanaan : 108 (seratus delapan)
orang
4. Maksud diadakannya upacara :
a. Memusyawarahkan hal-hal penting yang menyangkut
pemerintahan atau permasalahan yang dihadapi oleh
kerajaan untuk mencapai kesepakatan dan mufakat. Hal
ini menunjukkkan bahwa dalam pemerintahannya Raja Bone
tidak bersifat otoriter melainkan Demokrasi, karena
Raja senantiasa melibatkan seluruh Dewan Kerajaan
dalam pengambilan keputusan yang menyangkut Kerajaan
dan kepentingan Rakyat. Selain itu upacara ini juga
menunjukkan bahwa Raja Bone adalah seorang Raja yang
murah hati dan ramah terhadap bawahannya dengan
menjamu mereka makanan ringan khas kerajaan serta
perlu untuk diterima secara adat.
b. Apabila Kerajaan kedatangan tamu resmi dari
kerajaan lain dan dianggap perlu untuk diterima secara
adat.
5. Unsur pelaksanaan Upacara sebanyak 110 orang
6. Rangkaian Upacara sebagai berikut :
a. Tomarilaleng, Makedang Tana, Ponggawa,
Anreguru, Anakarung dan Ade Pitu mengambil tempat yang
sudah ditentukan.
b. Arung Palili datang dan mengambil tempat yang
sudah ditentukan.
c. Para isteri Ade Pitu dan isteri Bangsawan lain
melakukan hal tersebut di atas.
d. Para Joa juga melakukan hal yang sama.
e. Raja dan Permaisuri memasuki ruang pertemuan
dan duduk pada tempat yang telah disiapkan.
f. Acara Mappaota, seluruh hadirin disuguhi sirih
dan nampak oleh beberapa orang pria untuk tamu pria
dan wanita bagi tamu wanita.
g. Arungpone mulai bersabda kemudian terjadi
dialog dengan para anggota Dewan Kerajaan dan Para
Bangsawan, membicarakan hal penting dalam kerajaan
serta mencari jalan pemecahannya melalui musyawarah.
h. Setelah pembicaraan selesai, dihidangkan
minuman dan makanan kecil o1eh parakka' (pe1ayan)
sesuai adat dan tata cara kerajaan.
i. Arungpone meninggalkan ruang pertemuan diikuti
seluruh peserta ”tudang ade”.
Tari Pajaga Andi
1. Nama : Tari Pajaga Andi
2. Tema :
Tari ini menggambarkan penobatan para putra dan
putri Bangsawan Bugis Bone kepada Arungpone (Raja)
pada zaman Kerajaan dan dipertunjukkan di dalam
Saoraja (Istana Raja Bone)
3. Jenis gerakan :
a. Makkasiwiang (Gerakan penobatan)
b. Akkalabbirang (Penghargaan kepada Raja)
c. Soro Passapu (Adat istiadat Bangsawan)
d. Mappasoro Ajangang (Mengakhiri Tarian)
e. Massimang (Mohon Diri)
4. Kostum dan perhiasan :
a. Baju Tokko (Baju Bodo)
b. Sarung
c. Perhiasan :
- Bangkara (Anting-anting)
- Rante (Kalung)
- Potto (Gelang)
- Mastura (Kalung kecil)
- Saloko (Hiasan Rambut)
5. Alat Peraga :
a. Kipas
b. Selendang
6. Alat Musik :
a. Gendang
b. Gong
c. Parappasa
d. Kancing
e. Bancing
Hidup Ini Penuh Tantangan
Hidup Ini Penuh Tantangan
Bu Rina bekerja disebuah bank swasta dengan posisi yang baik dan penghasilan yang cukup untuk kehidupan mereka berdua. Mereka memiliki sebuah rumah indah dan satu unit usaha mini market. Suaminya selain masih menyelesaikan pendidikan sarjana juga sibuk dengan urusan mini market tersebut.
Setelah menikah selama dua tahun ternyata pasangan ini belum dikaruniai seorang anak. Karena kerinduan mereka berdua untuk menimang momongan, Bu Rina pergi kedokter untuk cekup kesehatannya, apakah ada kelainan pada organisasi tubuhnya yang menjadi penyebab kenapa hingga sekarang mereka tidak dikarunia seorang momongan atau ada hal lain yang menjadi penyebab utama. Setelah di cek, dokter tidak menemukan kelainan pada rahim dan beberapa organ tubuh lain selain gejala penyakit yang selama ini dialami Bu Rina yakni penyakit gagal ginjal. Dengan hati yang berat dan sedih, Bu Rina pulang dan menceritakan perihal itu dengan sang suami. Apa mau dikata mereka harus menyerahkan semua ini kedalam rencana Tuhan dan menjalani hidup dengan bijak. Atas anjuran sang suaminya Pak Rudi, Bu Rina meninggalkan pekerjaannya di bank tersebut dan total berprofesi menjadi isteri sekaligus membantu pekerjaan suaminya di mini market dengan harapan mereka berdua akan dikarunia anak. Bu Rina berusaha menjaga kesehatan dan selalu berkonsultasi dengan dokter untuk masalah kesehatan dan hubungan suami isteri, harapan mereka tentu saja dikaruniai seorang anak.
Waktu berjalan terus dan kondisi kesehatan bu Rina (penyakit ginjal) juga tidak semakin baik, sampai waktu itu, belum ada tanda-tanda mereka akan dikaruniai anak. Akhirnya Bu Rina berbicara sekali lagi dari hati kehati dengan suaminya, dengan maksud untuk megeneral cek up kesehatan sang suami. Setelah disetujui dan mereka kedokter, dokter mengungkapkan hasil pemeriksaannya kalau ternyata sang suamilah yang mengalami kemandulan. Dari hasil analisa dokter, peluang mereka berdua untuk mendapatkan anak dari hasil hubungan suami isteri sangat tidak mungkin terjadi. Apa mau dikata mereka berdua harus hidup dengan kekosongan hati dan reluhan jiwa yang cukup dalam. Hidup memang jauh dari keindahan yang mereka bayangkan ketika memutuskan untuk menjadi sebuah keluarga baru.
Kondisi kesehatan bu Rina belum juga sembuh, namun semangat mereka untuk terus berjuang melawan penyakit yang diderita telah mampu membuat mereka berdua bertahan. Lebih parah lagi mereka harus kehilangan usaha mini market yang didirikan beberapa tahun lalu yang menjadi penyokong kehidupan mereka harus menerima kenyataan disapu bersih oleh bencana lumpur Sidoarjo. Sampai pada waktu Bu Rina menceritakan perihal kehidupan mereka berdua di Radio tersebut, perusahaan yang seharusnya bertanggungjawab atas bencana lumpur itu ternyata belum juga memberikan ganti rugi sepeserpun. Dengan nada positif dan ketegaran hati yang amat kuat, Bu Rina minta saran dan penguatan dari para pendengar Radio tersebut pagi itu.
Apa kesulitan yang kita lihat dari kisah nyata tersebut?
Pertama, Bu Rina mengidap penyakit Gagal Ginjal dan belum sembuh hingga waktu dia menceritakan peristiwa itu di radio.
Kedua, demi mendapatkan keturunan, Bu Rina mengorbankan pekerjaannya di Bank untuk fokus menjaga kesehatan demi mendapatkan seorang momongan.
Ketiga, Sang suami ternyata menderita kemandulan yang membuat peluang mereka berdua untuk memperoleh anak sangat kecil.
Keempat, usaha mereka dilanda bencana dan mereka tidak mendapatkan ganti rugi.
Saya tidak bermaksud untuk mengekspoloitasi cerita ini, tidak sama sekali. Saya hanya ingin membagi pengalaman dan kearifan hidup dari Bu Rina dan suami tentang kesulitan dan tantangan hidup mereka kepada para pembaca semua. Hidup ini penuh dengan dinamika dan kesulitan yang sangat menguras pikiran dan fisik manusia. Hidup ini penuh dengan perjuangan yang memang harus dituntaskan demi sebuah tujuan. Semoga dengan membaca buku mengenai 10 prinsip untuk bangkit kembali dari kegagalan ini, Anda akan mendapatkan sebuah inspirasi motivasi sehingga Anda tetap kuat menjalani hidup dan bangun kembali untuk berhasil.
URAIAN TUGAS PRAKTEK Q

URAIAN TUGAS PRAKTEK Q
Nama : RUSLAN
NIS : LUPA
Unit Kerja : Tim Perpustakaan dan Publikasi
ASAL SEKOLAH : SMK NEGERI 1 PINRANG
1. Tugas Pokok
1.1.Rutin
a. Kliping
- Sortir koran
- Menggunting dan menempel artikel koran.
- Memasukan data kliping ke komputer
b. Katalogisasi
- Menempelkan stiker bahan pustaka
- Membuat label punggung dan pengaman bahan pustaka
c. Lain-lain
- Input data indeks artikel majalah.
- Melayani fotocopy untuk keperluan pekerjaan
- Mengantar surat-surat intern
- Mengelola barang-barang ATK.
- Mengawasi kebersihan ruang perpustakaan, lampu, AC, dll.
- Meng-update papan statistik kegiatan perpustakaan
1.2.Berkala
- Mengambil laporan BI
- Membantu inventarisasi
2. Tugas Tambahan
- Administrasi majalah dan HPBI
- Menyiapkan keperluan dan perlengkapan kursus Bahasa Inggris
- Menyiapkan bahan / fotocopy untuk keperluan kursus
- Membantu administrasi rencana kursus bahasa Inggris LPPI
- Membantu mengadministrasikan

